ABU VULKANIK ANAK KRAKATAU SAMPAI PEKALONGAN! 11 Penerbangan di Semarang Dibatalkan

9/7/20261 min read

Erupsi Gunung Anak Krakatau sebaran abu vulkanik sampai Pekalongan Jawa Tengah. (Foto: Dok.Suara Mitra News)

PEKALONGAN - Suara Mitra News - Masyarakat Jawa Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berdampak pada sebaran abu vulkanik hingga mengganggu aktivitas penerbangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG pada Minggu, 6 September 2026, terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan analisis citra satelit BMKG, sebaran abu vulkanik terpantau meliputi sejumlah wilayah di bagian barat Indonesia. Bahkan berdasarkan pemantauan sekitar pukul 09.16 WIB, sebaran abu vulkanik telah mencapai wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

Kondisi ini menjadi perhatian karena arah pergerakan abu vulkanik dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer.

11 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Dibatalkan

Dampaknya juga mulai dirasakan pada penerbangan di Jawa Tengah.

Di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, sebanyak 11 penerbangan dibatalkan hingga pukul 10.00 WIB. Enam di antaranya merupakan penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan.

Selain itu, dua penerbangan lainnya mengalami penundaan.

Pihak Bandara Ahmad Yani Semarang terus berkoordinasi dengan BMKG dan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik serta memastikan keselamatan penerbangan.

Imbauan untuk Warga Jawa Tengah

Bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya wilayah Pantura seperti Pekalongan dan daerah sekitarnya, kondisi ini perlu menjadi perhatian.

Masyarakat tidak perlu panik, namun disarankan meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila mulai melihat adanya debu atau abu halus di lingkungan sekitar.

Gunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan dan lindungi mata dari paparan debu. Bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara mulai terganggu.

Masyarakat yang memiliki rencana perjalanan menggunakan pesawat juga diminta tidak hanya berpatokan pada jadwal keberangkatan sebelumnya. Pastikan mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai dan bandara sebelum berangkat, karena kondisi operasional dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Suara Mitra News mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi BMKG, PVMBG, pemerintah daerah, bandara dan instansi terkait. Waspada bukan berarti panik. Pantau informasi resmi dan utamakan keselamatan.

(Sutanto Hadi/hs.red.7.9/Suaramitranews)

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitra2@gmail.com

Info Iklan