Pemerintah, melalui Kementerian Sosial, menonaktifkan sekitar 11 hingga 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan per 1 Februari 2026 berdasarkan SK Mensos No. 3/HUK/2026. Kebijakan ini merupakan validasi data untuk memastikan bantuan tepat sasaran, bukan memberhentikan seluruh program BPJS. Peserta yang terdampak masih bisa mengaktifkan kembali statusnya.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kebijakan tersebut:

Penyebab Penonaktifan: Peserta dinilai sudah mampu, meninggal dunia, data ganda, atau tidak lagi memenuhi kriteria miskin/rentan miskin.

Kondisi Peserta: Banyak peserta, terutama pengidap penyakit kronis, kaget dengan status nonaktif saat akan berobat.

Reaktivasi (Pengaktifan Kembali): Peserta yang masih miskin dapat lapor ke Dinas Sosial setempat untuk verifikasi ulang agar status PBI aktif kembali.

Layanan Darurat: Rumah sakit diminta tetap melayani pasien PBI yang nonaktif untuk kondisi darurat, sementara proses reaktivasi berjalan.

Total Peserta: Kuota PBI JK tetap di angka 96,8 juta, di mana peserta yang dicoret digantikan dengan data baru yang lebih tepat sasaran.

Kebijakan ini memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk YLKI, karena mendadak, namun pemerintah memastikan proses pemutakhiran ini dilakukan agar bantuan sosial iuran kesehatan lebih tepat sasaran.

Pemerintah tidak memberhentikan program BPJS Kesehatan secara keseluruhan. Namun, per 1 Februari 2026, terdapat kebijakan penonaktifan sementara terhadap sekitar 11 juta hingga 13,5 juta peserta kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI-JK).

Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi ini:

Penyebab Penonaktifan: Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Sosial dalam rangka pemutakhiran data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan bantuan iuran tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.

Daun karsem (Muntingia calabura) berkhasiat membantu mengontrol dan menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes, bertindak sebagai antidiabetes alami. Kandungan flavonoid, saponin, dan tanin di dalamnya berperan meningkatkan produksi insulin, menghambat penyerapan glukosa, dan memperbaiki sel pankreas yang rusak.

Berikut manfaat rinci dan cara penggunaan daun kersen untuk diabetes:

Manfaat Utama bagi Diabetes:

  • Menurunkan Gula Darah: Ekstrak daun kersen terbukti secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah, menjadikannya agen hipoglikemik (penurun gula darah) alami.

  • Meningkatkan Insulin:

    Senyawa aktif, khususnya alkaloid dan flavonoid, membantu merangsang pelepasan dan sensitivitas insulin, yang penting untuk menyerap glukosa

    .

  • Memperbaiki Sel Pankreas: Kandungan antioksidan tinggi (flavonoid) membantu memperbaiki jaringan sel pankreas yang rusak akibat stres oksidatif pada pasien diabetes.

  • Menghambat Penyerapan Gula: Saponin dalam daun kersen bertindak sebagai penghambat enzim yang mencegah kenaikan gula darah yang drastis setelah makan.

Cara Penggunaan (Ramuan Tradisional):

  1. Rebusan Daun: Rebus 10-15 lembar daun kersen segar dengan 2-3 gelas air hingga tersisa satu gelas.

  2. Konsumsi: Saring dan minum air rebusan tersebut 1-2 kali sehari.

Catatan Penting:

  • Manfaat ini umumnya didasarkan pada studi hewan, sehingga bukti klinis pada manusia masih terbatas.

  • Daun kersen tidak boleh menggantikan obat medis yang diresepkan dokter, melainkan sebagai pendukung terapi.

  • Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya, terutama jika sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat diabetes lainnya, karena dapat berinteraksi.

Jaminan Kesehatan / BPJS diberhentikan Sementara

Manfaat Daun karsem

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan RI, Asnawi Abdullah, mengatakan bahwa hasil evaluasi pelaksanaan CKG selama satu tahun menunjukkan sejumlah masalah kesehatan mulai muncul pada anak usia sekolah, terutama gangguan kesehatan gigi dan hipertensi, yang perlu ditindaklanjuti.

“Tahun ini CKG tidak lagi berhenti pada pemeriksaan. Tindak lanjut menjadi fokus utama. Dengan pengendalian hipertensi, gula darah, dan berat badan sejak dini, risiko penyakit katastropik ke depan bisa ditekan,” ujar Asnawi.

Secara nasional, pelaksanaan CKG telah diikuti lebih dari 25 juta siswa dan dilaksanakan di lebih dari 202 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Melalui penguatan tindak lanjut pemeriksaan dan pendekatan preventif, CKG diarahkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang pembangunan kesehatan yang dimulai dari lingkungan sekolah.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email kontak@kemkes.go.id.

CKG CEK KESEHATAN GRATIS DI SEKOLAH

woman wearing black scoop-neck long-sleeved shirt
woman wearing black scoop-neck long-sleeved shirt
Esther Bryce

Founder / Interior designer

woman in black blazer with brown hair
woman in black blazer with brown hair
Lianne Wilson

Broker

man standing near white wall
man standing near white wall
Jaden Smith

Architect

woman smiling wearing denim jacket
woman smiling wearing denim jacket
Jessica Kim

Photographer