Berawal dari Sepasang, Kini Ratusan! Puluhan Tahun Sadat Tekuni Merpati Somahan Kolong di Wonokerto

8/9/20262 min read

Dari Sepasang Jadi Ratusan! Sadat menunjukkan koleksi merpati somahan kolong yang telah puluhan tahun ditekuninya di Desa Pecakaran, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. (Foto: Suara Mitra News).

KAJEN, Suara Mitra News – Siapa sangka, hobi sederhana sejak duduk di bangku kelas 3 SD bisa bertahan hingga puluhan tahun dan berkembang menjadi peternakan merpati dengan jumlah mencapai ratusan ekor. Itulah perjalanan Sadat, warga Desa Pecakaran, Dukuh Kedungombo, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, yang hingga kini masih setia menekuni dunia merpati, khususnya jenis somahan kolong.

Berawal dari membeli sepasang merpati di pasar, Sadat mulai melatih dan merawatnya dengan penuh ketelatenan. Jika hasil latihan dan kualitas burung dinilai bagus, merpati tersebut dijual. Uang hasil penjualan kemudian kembali diputar untuk membeli indukan baru.

Pola sederhana itu dilakukan berulang-ulang selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya, hobi yang semula hanya bermula dari sepasang burung tersebut berkembang menjadi koleksi sekaligus ternak yang jumlahnya kini mencapai ratusan ekor. "Alhamdulillah, sekarang sudah ratusan. Dulu mulai dari sepasang, dilatih, kalau bagus dijual lagi, terus beli lagi," kenang Sadat.

Dilatih Terbang Rendah, Dirawat dengan Telaten

Sadat memilih menekuni merpati somahan kolong. Jenis merpati tersebut menurutnya memiliki karakteristik yang menarik, terutama karena dapat dilatih untuk terbang rendah dan tetap jinak di sekitar lingkungan rumah.

Namun, untuk mendapatkan burung dengan kualitas yang baik, dibutuhkan ketelatenan. Bagi Sadat, merawat merpati bukan sekadar memberi makan. Setiap pagi dan sore menjadi waktu rutin untuk membersihkan kandang, merawat burung sekaligus melakukan latihan.

Rutinitas tersebut telah menjadi bagian dari kesehariannya. Puluhan tahun menjalani aktivitas tersebut membuat Sadat semakin memahami karakter masing-masing burung. Ia pun mulai dikenal di kalangan pecinta merpati di sejumlah wilayah, seperti Wiradesa, Banyurip hingga Sorogenen.

Dari Hobi Menjadi Aktivitas Produktif

Bagi Sadat, merpati bukan hanya soal hobi. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat burung yang dirawat sejak kecil mampu berkembang dan memiliki kualitas yang baik. Apalagi, hasil ternak tersebut kemudian diminati sesama penghobi. Perjalanan panjangnya juga mulai menginspirasi orang-orang di sekitar.

"Saya juga ikut ternak merpati sekarang," ujarnya bangga. Bagi Sadat, kalimat tersebut menjadi bukti bahwa sebuah hobi yang ditekuni dengan sabar dapat menular menjadi kegiatan positif bagi lingkungan.

Dari sepasang merpati, Sadat membangun kecintaan yang bertahan puluhan tahun. Kini, ratusan burung memenuhi kandangnya. Bukan sekadar jumlah, tetapi menjadi saksi perjalanan panjang seorang penghobi yang memilih bertahan, merawat, melatih, dan terus belajar dari dunia merpati.

Sebab terkadang, sesuatu yang besar memang tidak selalu dimulai dari modal besar. Bisa saja hanya dari sepasang merpati dan ketekunan yang tidak pernah berhenti.

(Ali R/hs.red.9.8/SuaraMitraNews)

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitra2@gmail.com

Info Iklan