BREAKING NEWS: 411 Warga Bawang Batang Keracunan MBG, Puskesmas Kolaps dan SPPG Ditutup

9/24/20262 min read

Iring-iringan ambulans membawa korban keracunan massal MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Jumlah korban tembus 411 orang hingga Kamis (24/9/2026) dan membuat RSUD Batang kolaps. (Foto: Dok. Suara Mitra News)

BATANG, Suara Mitra News - Korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang tembus 411 orang hingga Kamis (24/9/2026). Foto Bupati Batang M. Faiz Kurniawan saat menjenguk korban anak-anak di Puskesmas Bawang pun viral.

Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per pukul 12.00 WIB mencatat lebih dari 411 warga mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan diare setelah mengonsumsi paket MBG dari satu dapur yang sama.

Tampak Bupati bersama jajaran Dinkes Batang melihat langsung kondisi bocah yang terbaring lemas di ranjang UGD dengan selang oksigen.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan menyebut dari 411 korban tersebut, sekitar 170 orang masih menjalani rawat inap, sementara 200 lebih lainnya sudah dipulangkan setelah membaik.

"Per jam 12.00 WIB, menimpa lebih dari 411 korban. Di rumah sakit ada lebih dari 411 orang, yang kemudian kita rawat inap itu sekitar 170 orang, 200 sekian sudah kembali ke rumah," ungkap Bupati Faiz.

Sebelumnya, Wakil Bupati Batang Suyono pada Rabu (23/9) malam mencatat 276 orang terdampak pada update pukul 20.38 WIB. Lonjakan drastis membuat Puskesmas Bawang kewalahan dan RSUD Batang sempat kolaps karena seluruh ranjang penuh.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan (peci hitam) bersama rombongan menjenguk korban keracunan MBG anak-anak yang terbaring di UGD Puskesmas Bawang, Kamis (24/9/2026). Hingga siang ini korban mencapai 411 orang. (Foto: Dok. Suara Mitra News)

Jumlah korban terus melesat dari 276 orang pada Rabu malam menjadi 411 orang pada Kamis siang. Dari jumlah itu, 170 orang masih rawat inap di RSUD Batang, RS Limpung, dan Puskesmas Bawang.

Dapur SPPG Yayasan Bela Sejahtera yang jadi sumber makanan dengan menu nasi, telur bolognaise, tahu, tumis sayur dan anggur kini resmi DITUTUP SEMENTARA sambil menunggu hasil lab.

11 Sekolah Jadi Korban, Sisa Makanan Dimakan Orang Tua

Makanan bermasalah tersebut didistribusikan pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bela Sejahtera di Desa Bawang. Dapur ini melayani sekitar 2.700 penerima manfaat di 11 titik pendidikan.

Daftar sekolah terdampak meliputi TK Al Ikhlas, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA dan MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Korotayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

Uniknya, korban tidak hanya siswa. Sejumlah orang tua juga ikut keracunan setelah memakan sisa MBG yang dibawa pulang anak karena merasa sayang jika dibuang (eman-eman).

Dugaan awal penyebab mengarah pada olahan telur bolognaise yang disajikan bersama nasi, tumis sayur, tahu mendoan, dan buah anggur. Namun pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.

Pemkab Batang kini telah menghentikan sementara distribusi dari SPPG Bawang dan menyiapkan santunan Rp100.000 - Rp150.000 per KK bagi keluarga penunggu pasien. Bupati menegaskan jika dapur dinilai tidak layak, akan ditutup permanen.

Penulis: Prasetyo Adi.

Editor: Tim Redaksi Suara Mitra News

ambulans-antri-korban-keracunan-mbg-bawang-batang-411-orang.jpg

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitra2@gmail.com

Info Iklan