BREAKING NEWS: Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, 20 Orang Diamankan dan Uang Rp 1 Miliar Disita
10/15/20262 min read


Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang terjaring OTT KPK pada Kamis (15/10/2026) di Klaten, dengan barang bukti uang miliaran dan 20 orang diamankan. (Foto: Pemkab Klaten / Dok. Suara Mitra News)
KLATEN, Suara Mitra News - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo pada Kamis, 15 Oktober 2026. Total 20 orang diamankan dalam operasi senyap di Klaten dan Jakarta, dengan barang bukti uang tunai sementara sekitar Rp1 miliar.
KPK menyebut OTT ini merupakan penindakan ke-23 sepanjang tahun 2026.
Kronologi Penangkapan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim KPK mendatangi rumah dinas Bupati Klaten sekitar pukul 07.00 WIB. Tim datang menggunakan dua kendaraan bermotor dengan nopol AD 1874 HU dan AD 1675 PO.
Sekitar pukul 08.15 WIB, Hamenang bersama tim KPK meninggalkan rumah dinas menuju Mapolresta Klaten. Sepuluh menit kemudian pukul 08.25 WIB, rombongan tiba di Mapolresta Klaten dan pemeriksaan berlangsung di Aula Satya Haprabu.
Kapolresta Klaten Kombespol Ari Cahya Nugraha membenarkan pihaknya mem-backup pelaksanaan tugas KPK. "Betul, Polresta Klaten mem-back up pelaksanaan tugas KPK," ujarnya.
Salah satu pejabat yang turut dimintai keterangan adalah Kabag Umum Setda Klaten Tomisila Aditama yang menyebut lebih dari 10 orang diperiksa.
Konstruksi Perkara: Suap Proyek dan Audit BPK
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap dua klaster dugaan korupsi.
"Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD," kata Budi.
Selain itu ada dugaan suap untuk memuluskan audit BPK. "Selain itu, ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada oknum BPK terkait dengan audit," sambungnya.
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan kegiatan tersebut. "Benar, on process," kata Setyo, Kamis malam. Ia juga menyatakan, "Benar KPK mengamankan PN, ASN Pemkab Klaten, dan pihak-pihak swasta,".
Adapun pihak yang diamankan di Jakarta saat ini diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Jakarta Selatan. Pihak di Klaten masih diperiksa di Polres Klaten.
Barang bukti yang disita: "Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai. Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp 1 miliar," terang Budi.
Sesuai KUHAP, KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak.
Respons Gubernur Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengaku prihatin.
"Kalau itu benar, saya merasa prihatin," kata Luthfi di Salatiga, Kamis (15/10/2026). Ia meminta semua pihak menunggu penetapan resmi. "Kita nanti tunggu penetapannya dari KPK, ya. Kalau sudah ada penetapan resmi, baru nanti," ujarnya.
Wabup Baru Dilantik Berlari Hindari Wartawan
Kabar OTT ini mencuat hanya tiga hari setelah Ahmad Luthfi melantik Mahanni Yulindha Pratiwi atau Linda Benny sebagai Wakil Bupati Klaten sisa masa jabatan 2025-2030 pada Senin, 12 Oktober 2026, menggantikan almarhum suaminya Benny Indra Ardhianto yang wafat 7 Februari 2026.
Saat mendampingi Wamendes PDT Ahmad Riza Patria meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Jetis, Delanggu, Kamis siang, Linda Benny justru berlari menghindar saat dikejar wartawan yang meminta tanggapan soal OTT Bupati Hamenang.
Hingga Kamis malam, KPK belum mengumumkan identitas lengkap 20 orang yang terjaring maupun konstruksi lengkap perkara. Publik menanti konferensi pers resmi KPK pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026.
Penulis: Tim Redaksi Suara Mitra News
#OTTKPK #BupatiKlaten #HamenangWajarIsmoyo #KPK #Klaten #Jateng #Korupsi #SuapProyek #AuditBPK #SetyoBudiyanto #BudiPrasetyo #AhmadLuthfi #LindaBenny
