Dari Kuripan Lor ke Jakarta: Hety Oktavia Buktikan Wanita Pekalongan Raih Medali Perunggu Nasional
6/29/20262 min read


PEKALONGAN, Suara Mitra News – Nama Hety Oktavia Safitri kini menjadi kebanggaan baru Kota Pekalongan. Berasal dari lingkungan sederhana di Kampung Kuripan Lor, Kecamatan Pekalongan Selatan, Hety berhasil mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Hety menjadi satu-satunya atlet putri yang mewakili Kota Pekalongan dalam Kontingen Jawa Tengah pada Kejuaraan Nasional INASSOK ke-2. Ajang bergengsi olahraga airsoftgun itu berlangsung di Stadion Olahraga Ciracas, DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Atlet putri perwakilan Kota Pekalongan, Hety Oktavia Safitri, berdiri di podium juara 3 usai meraih medali perunggu pada Kejuaraan Nasional INASSOK II di Lapangan Ciracas, DKI Jakarta, 27-28 Juni 2026. (Foto Dok. Suara Mitra News)




Perjalanan Hety menuju podium nasional tidak mudah. Tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, ia tidak menjadikan hal itu sebagai penghalang. “Semangat juang yang tinggi, disiplin latihan, serta dukungan penuh dari INASSOK Cabang Pekalongan menjadi kekuatan utama saya,” ujar Hety. Berkat ketekunan itu, Hety berhasil melewati seleksi ketat tingkat provinsi. Ia kemudian berangkat ke Jakarta bersama atlet putra perwakilan Pekalongan, Muhamad Hanafi.
Hety Oktavia Safitri menerima medali perunggu dan sertifikat juara 3 dari panitia Kejuaraan Nasional INASSOK II di Lapangan Ciracas, Jakarta, 27 - 28 Juni 2026 (Foto Dok. Suara Mitra News)
Aksi Hety Oktavia Safitri saat bertanding pada nomor CTS satu lawan satu Shotgun Putri U-18 di Kejuaraan Nasional INASSOK II, Lapangan Ciracas, Jakarta, 27-28 Juni 2026. (Foto Dok. Suara Mitra News)
Di tengah persaingan sengit melawan atlet terbaik se-Indonesia, Hety membuktikan kemampuannya. Ia berhasil meraih medali perunggu pada nomor CTS satu lawan satu Shotgun Putri usia di bawah delapan belas tahun. Prestasi ini sekaligus mematahkan stigma bahwa olahraga airsoftgun hanya didominasi kaum pria. “Saya hanya ingin membuktikan, siapa pun bisa maju meski hidup sederhana. Semua ini berkat dukungan komunitas dan kemauan untuk terus berusaha,” kata Hety usai kejuaraan. Kisah Hety diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh pemuda dan pemudi Pekalongan. Prestasi ini membuktikan tidak ada batasan jenis kelamin, status ekonomi, maupun latar belakang untuk meraih hasil terbaik. Olahraga airsoftgun pun terbuka bagi siapa saja yang memiliki semangat, disiplin, dan tanggung jawab.
(sutanto/hs/red.29.6/Suaramitranews)
Redaksi suaramitranews
Kontak kami untuk informasi dan kerjasama
Telepon
suciono@suaramitra.com
085741995002
© 2026. All rights reserved.
suaramitranews2@gmail.com
