Dari Pedagang Keliling ke Manager Nasional: Kisah Agus Riyanto Putra Warukidul yang Kini Pulang Mengabdi
9/3/20262 min read


Agus Riyanto, Tokoh Muda Desa Warukidul Wiradesa dengan tagline "Jujur Peduli, Inovatif Untuk Perubahan Warukidul". (Foto: Dok.Tim Bawa Berkah)
WIRADESA - Tim Redaksi Suara Mitra News – Adv. - Jujur, Peduli, Inovatif dan Melayani Sepenuh Hati. Empat kata itu yang selalu dipegang Agus Riyanto, putra Desa Warukidul, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Tidak semua orang dilahirkan dengan jalan hidup yang mudah. Ada yang harus menapaki setiap langkah dengan keringat, air mata, bahkan pengorbanan. Itulah perjalanan hidup Agus Riyanto.
Sekolah Sambil Kerja, Tempa Mental Wirausaha
Lahir di Warukidul 45 tahun yang lalu dari pasangan Rajinah seorang pedagang dan Wakhadi Suyono seorang pedagang, Agus dibesarkan dengan nilai kejujuran, disiplin dan jiwa wirausaha.
Sejak kecil di bangku sekolah ia sudah mulai bekerja. Kehidupan sederhana di Desa Warukidul mengajarinya bahwa tidak ada keberhasilan yang datang tanpa kerja keras, kejujuran, dan doa. Nilai-nilai itulah yang terus menjadi pegangan dalam setiap perjalanan hidupnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMK, Agus memulai karier sebagai karyawan. Dengan usaha dari bawah tanpa mengandalkan siapa pun, ia meniti karier hingga menjadi Manager di perusahaan skala nasional.
Di sela kesibukan bekerja, semangat belajarnya tidak padam. Ia melanjutkan pendidikan ke beberapa perguruan tinggi dan terakhir lulus dari ITBM Purbalingga jurusan Bisnis.
Aktif Organisasi, Fokus pada Pemuda dan UMKM
Karena kepeduliannya terhadap generasi muda dan UMKM, Agus memilih aktif di organisasi mulai tingkat desa hingga nasional. Pengabdiannya bukan sekadar kata.
Ia dipercaya menjadi Pembina Karang Taruna Warukidul dan bersama anggota berhasil meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Pekalongan. Ia juga aktif di GP Ansor Kabupaten Pekalongan Bidang Kaderisasi, hingga saat ini masih mengemban amanah sebagai Sekretaris Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama Warukidul.
Di bidang sosial dan ekonomi, Agus juga dipercaya sebagai Ketua Umum Relawan Sosial dan Pendidikan Trisula Indonesia, Ketua Wirausaha Muda Pekalongan, dan Ketua Himpunan Pengusaha Online Kabupaten Pekalongan. Ia juga Founder Sekolah Digital Marketing Pekalongan serta Owner CV Kawan Digital Manajemen dan PT Bos Property.
Bangkit dari Kegagalan, Kembali ke Desa
Namun perjalanan hidup tidak selalu indah. Di tengah perjuangan membangun usaha, beliau pernah mengalami kegagalan berat. Bahkan pernah menjadi korban penipuan hingga kehilangan puluhan juta rupiah oleh orang yang dipercaya sebagai teman.
Peristiwa itu menjadi pukulan, tetapi tidak mematahkan semangatnya. Ia memilih bangkit. "Saya percaya setiap ujian adalah cara Allah menguatkan hamba-Nya," ujarnya.
Dengan tekad yang tidak pernah padam, Agus kembali membangun usaha dari nol hingga akhirnya dipercaya memimpin berbagai perusahaan dan membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Di balik semua itu ada keluarga yang menjadi sumber kekuatan. Bersama istri tercinta Rofaizah, serta ketiga putra Al Khalifati Zikri Hamizan, Ahmad Alfatih Arrazka Nail, dan Alfarezqy Zain Hanan Ahmad, ia belajar bahwa kebahagiaan sejati bukan tentang jabatan atau harta, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada sesama.
Mimpi untuk Warukidul: Desa BERKAH
Hari ini, ketika banyak orang memilih menikmati hasil perjuangan, Agus justru memilih pulang untuk mengabdi kepada tanah kelahirannya.
Bagi beliau, Desa Warukidul bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah yang telah membesarkannya. Ia bermimpi menjadikan Warukidul sebagai desa yang BERKAH: Bersih, Rukun, Kreatif, Aman, dan Humanis melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, partisipatif dan humanis.
"Pemimpin bukanlah orang yang ingin dilayani, tetapi orang yang siap melayani," tegasnya.
Salah satu cita-cita terbesarnya adalah mencetak kader-kader muda yang berakhlak, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu membawa Warukidul menjadi desa yang dibanggakan. Ia juga ingin mendukung UMKM berkembang, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan digitalisasi desa.
"Saya telah merasakan pahitnya kehidupan. Karena itu saya ingin memastikan, anak-anak Warukidul kelak memiliki masa depan yang lebih baik. Perjuangan saya tidak berhenti untuk diri sendiri. Kini saatnya saya mengabdi dengan jujur dan sepenuh hati untuk Desa Warukidul." – Agus Riyanto
- TIM BAWA BERKAH -
