Diduga Cemari Lingkungan, Limbah Cair Dapur MBG di Kauman Pekalongan Timur Dikeluhkan Warga
6/13/20262 min read


PEKALONGAN : Suara Mitra News - Beredarnya sebuah video di grup WhatsApp warga di kawasan Jalan Toba, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, membuat heboh masyarakat setempat. Warga mengeluhkan adanya dugaan pencemaran limbah cair yang berasal dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Limbah cair tersebut diduga mengalir ke selokan warga hingga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat. Aroma tak sedap bahkan disebut tercium hingga ke teras rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Kepala SPPG Kauman Pekalongan Timur, Al (29), saat ditemui awak media di lokasi membenarkan adanya persoalan tersebut. Namun, ia meminta agar kejadian tersebut tidak dipublikasikan dan menyarankan media untuk berkomunikasi dengan pihak mitra SPPG.
"Jangan dipublikasikan, nanti SPPG kami bisa kena masalah," ungkap Al kepala SPPG Kauman saat ditemui di lokasi, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut telah dimusyawarahkan bersama warga sekitar dan pihak SPPG berkomitmen untuk membersihkan saluran yang terdampak limbah.
"Sudah tidak ada masalah. Untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga segera akan diganti," lanjutnya.
Pantauan Suara Mitra News di lokasi menunjukkan adanya aliran limbah yang masuk ke selokan warga sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan bau tidak sedap. Kondisi tersebut memicu keluhan dari warga yang rumahnya berada tidak jauh dari dapur SPPG.
Salah seorang warga setempat, Cr (49), mengaku terganggu dengan aroma limbah yang tercium hingga ke depan teras rumahnya. Ia khawatir kondisi tersebut akan semakin parah saat musim hujan.
"Limbahnya bau Mas, pas didepan teras rumah saya. Itu dapur pakai IPAL atau tidak? Saya merasa terganggu, apalagi kalau pas duduk di depan teras rumah," ujar Cr.
Cr juga menuturkan bahwa pihak pengurus SPPG sempat menyatakan bahwa bau yang ditimbulkan tidak terlalu menyengat. Karena itu, ia mempersilakan mereka untuk datang ke rumahnya dan mencium langsung bau yang berasal dari selokan di depan teras rumahnya.
"Kalau buang limbah itu bikin selokan yang besar, jangan yang kecil karena bisa mampet dan menimbulkan bau tak sedap," keluhnya.
Warga berharap pihak pengelola dapur SPPG segera melakukan penanganan secara menyeluruh, termasuk memperbaiki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga tidak lagi menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kenyamanan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Pekalongan maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan terkait dugaan pencemaran limbah cair tersebut.Sejumlah warga berharap Satgas BGN segera melakukan pengecekan terhadap kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan oleh SPPG Kauman Pekalongan Timur untuk memastikan kelayakan dan kesesuaiannya dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Warga juga meminta adanya penanganan yang serius agar persoalan limbah tidak berdampak lebih luas terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat sekitar. Apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait, warga mengaku mempertimbangkan untuk menyampaikan laporan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) tingkat provinsi hingga pusat.
(wage/budex/red/13.6/suaramitranews).
Limbah SPPG (foto Budi_dok.suaramitranews).
Redaksi suaramitranews
Kontak kami untuk informasi dan kerjasama
Telepon
suciono@suaramitra.com
085741995002
© 2026. All rights reserved.
suaramitranews2@gmail.com
