GEBRAKAN SENI TRADISI DI ALUN-ALUN PEKALONGAN : KEBANGKITAN BUDAYA YANG HAMPIR PUNAH

6/12/20262 min read

PEKALONGAN : Suara Mitra News – Suara tabuhan gamelan, irama kendang, dan gerak lincah penari memecah keramaian di kawasan Alun-alun Kota Pekalongan. Sebuah pagelaran seni tradisi yang digelar secara swadaya berhasil menggemparkan ratusan warga dan pengunjung, menghadirkan kembali pesona warisan leluhur yang nyaris terlupakan di tengah gempuran era digital.

Kegiatan ini berlangsung di bawah naungan Dewan Kesenian dan Budaya (DKB) Pekalongan periode 2026–2029 yang baru terbentuk, dengan visi menjadi “rumah bersama” seluruh seniman daerah. Pagelaran ini merupakan wujud nyata kebersamaan tujuh komunitas seni tradisi, diselenggarakan sepenuhnya secara swadaya dari iuran dan sumbangan para anggota, tanpa bergantung pada bantuan pihak luar.

Generasi pelestari budaya sedang menunggu giliran pentas (foto sutanto hadi_dok.suaramitranews)

Warga menyambut baik rencana ini. “Mumpung masih ada yang bersemangat melestarikan, kami dukung sepenuhnya. Jangan sampai budaya kita hanya menjadi cerita di buku pelajaran saja,” ujar salah satu pengunjung.

Gebrakan ini menjadi bukti nyata, Selama masih ada kebersamaan dan niat luhur, budaya tidak akan pernah punah.

(Sutanto Hadi/hs.red/12.6/Suaramitranews)

Sumber : Pantauan langsung lokasi, keterangan Ketua Komite Seni Tradisi Sutrisno, pernyataan resmi DKB Pekalongan, serta data kesenian Kota Pekalongan per Juni 2026.

(foto sutanto hadi_dok.suaramitranews)

Beragam kesenian andalan tampil memukau : Reog, Kuntulan, hingga Ketoprak Rakyat khas Pekalongan. Penampilan yang rapi, energik, dan sarat makna nilai budaya Jawa serta kearifan lokal sukses membuat ratusan penonton terhanyut dan terhipnotis. Banyak warga mengaku rindu menyaksikan pertunjukan semacam ini, yang keberadaannya makin terpinggirkan dan dikhawatirkan punah sejak hiburan digital mendominasi ruang masyarakat.

“Kami bertekad kuat mengangkat kembali budaya yang mulai hilang. Ini bukan sekadar pentas, tapi upaya menjaga identitas agar anak cucu kelak tahu dari mana akar budayanya berasal,” tegas Sutrisno, Ketua Komite Seni Tradisi, usai pertunjukan.

Dukungan penuh datang dari jajaran pengurus baru DKB Pekalongan. Priyono Papi,Tim kreatif menyatakan sependapat dan berkomitmen menetapkan kawasan Gapura Nusantara di sekitar alun-alun sebagai Panggung Terbuka Budaya. Kedepannya, tempat ini akan difungsikan rutin setiap minggu sekali, dengan menghadirkan kolaborasi seni tradisi, musik rakyat, dan kreasi baru agar tetap menarik bagi generasi muda.

Data DKB Pekalongan Terbaru 2026 :

- Tercatat ada 129 kelompok kesenian aktif se-Kota Pekalongan, sebagian besar masih membutuhkan ruang tampil dan pembinaan berkelanjutan

- Pengurus baru periode 2026–2029 memprioritaskan program membuka akses panggung bagi kelompok tradisi yang terpinggirkan

- Program rutin “Panggung Gapura Nusantara” menjadi langkah awal untuk mewujudkan misi pelestarian dan regenerasi seniman muda.

(foto sutanto hadi_dok.suaramitranews)

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitranews2@gmail.com

Info Iklan