Geger! Diduga Ada Korban Tertabrak KA Argo Merbabu di Kali Banger Pekalongan, Jalur Sempat BLB
7/6/20262 min read


PEKALONGAN, Suara Mitra News – Warga sekitar bantaran Kali Banger, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur digegerkan dengan dugaan adanya korban tertabrak kereta api pada Minggu (5/7/2026) siang. Insiden diduga terjadi sekitar pukul 13.20 WIB di ruas jalur kereta api KM 94+200, wilayah PT KAI Daop 4 Semarang. Lokasi kejadian merupakan tikungan tajam yang berdampingan langsung dengan aliran Kali Banger. Perlintasan tersebut tidak dilengkapi palang pintu resmi maupun petugas jaga. Hanya berupa jalan setapak yang kerap dipakai warga sebagai jalan pintas.
KRONOLOGI MENURUT SAKSI
Suryanto (42), warga sekitar, mengaku mendengar bunyi seruling lokomotif berkali-kali. "Awalnya saya mendengar bunyi seruling lokomotif yang dibunyikan berkali-kali, lebih keras dari biasanya. Tak lama kemudian terdengar suara gesekan logam keras disusul benturan yang sangat kencang. Saya lari ke bantaran dan terlihat kereta melambat lalu berhenti. Di samping rel terlihat ada sesuatu yang tergeletak," ceritanya.
Saksi lain, Siti Aminah (56) menyebut lokasi itu memang sering dilalui warga, petani, dan anak sekolah karena memangkas jarak hingga 1,5 km.
KONFIRMASI KAI
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan adanya insiden tersebut. "Benar telah terjadi insiden di KM 94+200 Kali Banger pukul 13.20 WIB. Masinis KA Argo Merbabu relasi Semarang-Gambir sudah membunyikan peringatan sejak jarak 200 meter dan mengerem darurat. Namun tidak dapat menghindar karena posisi orang baru terlihat saat sangat dekat. Kereta melakukan Berhenti Luar Biasa," jelas Luqman. Jalur tersebut merupakan jalur ganda aktif dengan kecepatan 90–100 km/jam dan dilalui 28 perjalanan KA setiap hari.
PENANGANAN GABUNGAN
Tim gabungan dari Polsek Pekalongan Timur, petugas KAI, dan tim medis Puskesmas tiba di lokasi pukul 14.00 WIB. Petugas langsung menutup akses warga radius 50 meter, melakukan olah TKP, dan mengevakuasi korban ke RSUD Kraton untuk identifikasi dan otopsi awal. Operasional kereta kembali normal pukul 15.45 WIB setelah jalur dinyatakan aman.
DATA RAWAN
Data KAI Daop 4 Semarang mencatat 32 insiden sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026. Sebanyak 70% terjadi di perlintasan tidak resmi. Titik Kali Banger termasuk 10 lokasi paling rawan karena minim pengamanan.
IMBAUAN
Pihak KAI dan kepolisian mengimbau warga agar tidak melintas di jalur kereta api. "Jangan pernah melintas di jalur kereta api yang bukan peruntukannya. Menghemat waktu sebentar bisa mengorbankan nyawa," tegas Luqman Arif. Hingga berita ini diturunkan pukul 18.30 WIB, identitas korban masih dalam proses pendataan di RSUD Kraton
(Sutanto/hs/red.5.7/Suaramitranews)
Warga memadati area bawah jembatan rel di Kali Banger saat petugas melakukan penanganan dugaan kecelakaan KA Argo Merbabu, Minggu (5/7/2026).(Foto: Suara Mitra News)
Redaksi suaramitranews
Kontak kami untuk informasi dan kerjasama
Telepon
suciono@suaramitra.com
085741995002
© 2026. All rights reserved.
suaramitra2@gmail.com
