Gobo Subo Tanggap Warso Pekalongan 2026: Wayang Kulit Semalam Suntuk Jadi Puncak Bulan Suro 1448 H
6/25/20262 min read


KAJEN, Suara Mitra News - Menyambut Bulan Suro 1448 H / 1 Suro 1960 Jawa, masyarakat Kabupaten Pekalongan menggelar tradisi Gobo Subo Tanggap Warso 2026. Puncak acara berupa pagelaran wayang kulit semalam suntuk berlangsung di Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, Rabu 25/6/2026 malam. Tradisi yang mengusung moto “Kita Rajut Keberagaman Dalam Kerangka Bhineka Tunggal Ika” ini digelar mulai tanggal 3 Suro hingga 10 Suro 1960 Jawa, bertepatan 2026 Masehi.
Meriah! Pembukaan Goro Suro Tanggap Warso 1960 Jawa di Sinangohprendeng, Kajen. Puncak acara wayang kulit semalam suntuk Ki Dalang Mangun Yuwono, S.Sn dengan tema "Rajut Kebersamaan dalam Bhinika Tunggal Ika". (Foto dok. Suara Mitra News)
Para tokoh budaya Pekalongan kompak mengenakan blangkon & batik saat menghadiri rangkaian Goro Suro Tanggap Warso 2026 di Sinangohprendeng, Kajen. Moto: "Kita Rajut Kebersamaan dalam Bhinika Tunggal Ika". (Foto Dok. Suara Mitra News)




Secara makna, Gobo Subo Tanggap Warso berarti saling bersapa, saling menjaga, dan menyambut berkah serta keselamatan bersama. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga keharmonisan, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan memasuki bulan yang dianggap istimewa masyarakat Jawa. Puncak acara disemarakkan kirab gunungan, selamatan warga, dan pagelaran wayang kulit Ki Dalang Mangun Yuwono, S.Sn. Lakon yang dibawakan sarat pitutur luhur sebagai tolak bala dan upaya menjaga warisan leluhur tetap hidup di generasi muda.Pagelaran yang digelar di halaman balai desa ini dihadiri ratusan warga, tokoh masyarakat, dan pemerhati budaya.
Turut hadir dalam acara tersebut Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, Wakil DPRD Kab Pekalongan H. Sumar Rosul, perwakilan BI Tegal, Pakasa Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta Cabang Pekalongan, Paguyuban Tosan Aji Kendali Rangah Pekalongan, para pejabat dinas se-Kab Pekalongan, serta Penghayat Kapribaden Semarang. Penyelenggara berharap tradisi Gobo Subo Tanggap Warso terus berlanjut setiap tahun sebagai perekat persatuan dan identitas budaya khas Pekalongan.
(Sutanto/hs.red/25.6/Suaramitranews)
Gunungan berisi aneka sayur mayur sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur ditampilkan saat tradisi Gobo Subo Tanggap Warso (Foto Dok. Suara Mitra News)
Redaksi suaramitranews
Kontak kami untuk informasi dan kerjasama
Telepon
suciono@suaramitra.com
085741995002
© 2026. All rights reserved.
suaramitranews2@gmail.com
