GRAHA TOSAN AJI BROMO KENDALI HADIR DI BATIK NIGHT CARNIVAL, BAWA PESAN “SEPIRO LAKUMU SEPIRO OLEHMU”

10/2/20261 min read

Rombongan Graha Tosan Aji Bromo Kendali membawa spanduk bertuliskan "Sepiro Lakumu Sepiro Olehmu - Sopo Tandur Mesti Panen" saat Batik Night Carnival di kawasan Jetayu, Kota Pekalongan, Jumat malam (2/10/2026). (Foto: Sutanto Hadi / Suara Mitra News)

PEKALONGAN, Suara Mitra News – Kemeriahan Batik Night Carnival di kawasan Jetayu, Kota Pekalongan, Jumat malam, 2 Oktober 2026, turut diwarnai kehadiran Graha Tosan Aji Bromo Kendali dengan membawa tema budaya dan filosofi Jawa melalui keris serta pesan “Sepiro Lakumu, Sepiro Olehmu – Sopo Tandur Mesti Panen.

”Pesan tersebut terpampang pada spanduk yang dibawa rombongan Graha Tosan Aji Bromo Kendali seperti terlihat pada foto. Dalam konteks budaya, ungkapan tersebut menggambarkan hubungan antara laku atau usaha dengan hasil yang diperoleh — sebuah pesan yang dekat dengan nilai kehidupan masyarakat Jawa.

Kehadiran rombongan Tosan Aji tidak hanya menampilkan keris sebagai warisan budaya, tetapi juga menghadirkan filosofi yang melekat pada tradisi tersebut.

Dengan mengenakan busana tradisional dan membawa berbagai atribut budaya termasuk keris dan tombak pusaka, rombongan tampil menjadi bagian dari kemeriahan Batik Night Carnival yang berlangsung di kawasan Jetayu.

Keris dalam tradisi Jawa memiliki dimensi sejarah, seni, simbolik dan filosofi. Karena itu, kehadirannya dalam sebuah kegiatan budaya seperti Batik Night Carnival menjadi bagian dari upaya mempertemukan warisan budaya masa lalu dengan ruang kebudayaan masyarakat masa kini.

Sementara tulisan “Sopo Tandur Mesti Panen” memberikan pesan sederhana: setiap usaha dan proses memiliki konsekuensi terhadap hasil yang akan diperoleh.

Melalui keikutsertaan Graha Tosan Aji Bromo Kendali, Batik Night Carnival malam itu pun tidak hanya berbicara mengenai batik dan kreativitas kostum, tetapi juga menghadirkan keris, tradisi, filosofi Jawa dan semangat pelestarian budaya.

Dari Jetayu Pekalongan, pesan budaya itu kembali disampaikan: apa yang ditanam akan dipanen, dan budaya yang terus dirawat akan tetap hidup di tengah generasi penerus.

Reporter: Sutanto Hadi

Editor: Redaksi Suara Mitra News

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitra2@gmail.com

Info Iklan