Keris Pekalongan Karya Empu Suratman Bikin Kagum 1000 Pendekar di Malaysia

8/4/20263 min read

Delegasi Indonesia dari Tosan Aji Bromo Kendali bersama tamu undangan saat memperkenalkan Keris dan budaya Pekalongan di Ajang Apresiasi Pahang 1st Himpunan 1000 Pendekar Silat 2026 di Dataran Temerloh, Pahang, Malaysia. Terlihat spanduk bertuliskan ''PEKALONGAN'' dan ''SENAPAT NUSANTARA''. ( Foto: SUARA MITRA News)

PAHANG, MALAYSIA – Suara Mitra News - Nama Pekalongan kembali harum di kancah internasional. Delegasi Indonesia dari Tosan Aji Bromo Kendali sukses memperkenalkan Keris khas Pekalongan di ajang Apresiasi Pahang 1st Himpunan 1000 Pendekar Silat Berbusana Daerah Temerloh 2026, di Dataran Temerloh, Pahang, Malaysia.

Kegiatan budaya berskala internasional ini dibuka langsung oleh Menteri Besar Pahang, Dato' Sri Diraja Haji Wan Rosdy Wan Ismail. Ribuan pendekar silat, budayawan, pegiat seni, serta masyarakat dari berbagai daerah turut hadir untuk memperkuat pelestarian budaya Melayu dan mempererat hubungan negara serumpun.

Ustadz Rifqon Arodli memperkenalkan koleksi Tosan Aji dan Keris kepada pengunjung di Ajang Apresiasi Pahang 1st Himpunan 1000 Pendekar Silat 2026, Dataran Temerloh, Pahang, Malaysia. (Foto: SUARA MITRA News)

Sebagai tamu undangan, Delegasi Indonesia yang dipimpin Ustadz Rifqon Arodli mendapat kesempatan khusus memberikan edukasi mengenai Tosan Aji. Fokus utama pengenalan adalah keris sebagai warisan budaya Nusantara yang memiliki nilai sejarah, filosofi, spiritual, hingga seni tempa turun-temurun.

“Keris bukan sekadar senjata tradisional. Ini adalah karya adiluhung yang menjadi simbol identitas budaya bangsa Indonesia,” tegas Ustadz Rifqon Arodli dalam pemaparannya.

Materi edukasi tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta yang ingin mengetahui lebih jauh tentang makna mendalam Tosan Aji.

Selain memperkenalkan Tosan Aji, delegasi Indonesia juga melakukan pertukaran budaya melalui literasi. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Rifqon Arodli melakukan diskusi dan tukar buku dengan pegiat budaya Malaysia. Momen ini menjadi bukti bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tidak hanya lewat seni dan silat, tetapi juga melalui pengetahuan dan sejarah maritim Nusantara.

Kehadiran delegasi Indonesia juga membawa identitas Kota Pekalongan. Terlihat jelas dalam foto, delegasi membentangkan spanduk bertuliskan "PEKALONGAN" dengan logo burung dan keris, serta spanduk "SENAPAT NUSANTARA". Hal ini menjadi simbol kebanggaan bahwa budaya Pekalongan mendapat tempat di forum budaya internasional.

Ustadz Rifqon Arodli berdiskusi dan melakukan pertukaran buku dengan pegiat budaya Malaysia di salah satu galeri di Pahang. Terlihat bendera Indonesia dan Malaysia sebagai simbol persaudaraan dua negara serumpun. (Foto: SUARA MITRA News)

Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah Keris asli Pekalongan karya Empu Suratman. Keris dengan karakter tempa khas Pekalongan ini menjadi representasi kekayaan budaya Kota Batik di mata komunitas internasional.

“Melalui pengenalan karya Empu Suratman ini, kami berharap masyarakat Malaysia dan dunia semakin mengenal keberagaman keris Nusantara sebagai warisan budaya dunia yang harus dijaga,” lanjut Ustadz Rifqon.

Partisipasi delegasi ini tidak hanya menjadi media promosi budaya Indonesia, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan Indonesia-Malaysia melalui pertukaran pengetahuan warisan budaya serumpun.

Ustadz Rifqon Arodli berinteraksi dan memberikan edukasi tentang Tosan Aji kepada anak-anak pengunjung di stand pameran Ajang Apresiasi Pahang 1st Himpunan 1000 Pendekar Silat 2026, Dataran Temerloh, Malaysia. (Foto: SUARA MITRA News)

Delegasi Tosan Aji Graha Kendali Rangah berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai wadah kerja sama pelestarian budaya dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap keris sebagai simbol jati diri bangsa.

Momen menarik juga terjadi saat Ustadz Rifqon Arodli berinteraksi langsung dengan anak-anak pengunjung. Para generasi muda Malaysia tampak antusias mendengarkan penjelasan tentang filosofi Tosan Aji dan sejarah keris. Interaksi ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya harus dimulai sejak dini agar warisan leluhur tidak punah.

Ajang ini membuktikan bahwa budaya Indonesia, khususnya keris, masih memiliki tempat terhormat di hati masyarakat dunia.

(Tim Redaksi SUARA MITRA News & MITRA TV)

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitra2@gmail.com

Info Iklan