Korban Banyak: 273 Siswa & Guru Keracunan MBG di Pati, SPPG Gembong 1 Ditutup Sementara

9/9/20262 min read

Suasana penanganan korban dugaan keracunan MBG di salah satu rumah sakit di Pati, Rabu (9/9/2026). Sebanyak 273 siswa dan guru dari SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati mendapat perawatan. (Foto: Dok. Suara Mitra News)

PATI, Suara Mitra News - Rabu, (9/9/2026) - Sebanyak 273 siswa dan guru di dua sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 8 September 2026. Gejala mulai muncul Selasa malam dan memuncak pada Rabu pagi, 9 September 2026.

Data valid yang dihimpun menunjukkan, di SMP Negeri 1 Gembong terdapat 103 siswa dan 13 guru yang terdampak. Sementara di MTs Negeri 3 Pati tercatat 127 siswa dan 30 guru mengalami gejala serupa. Total keseluruhan mencapai 273 orang.

Para korban merasakan gejala mual, muntah, sakit perut, mulas, diare, pusing, dan lemas. Saat ini seluruh korban telah mendapat penanganan di Puskesmas Gembong, RSUD RAA Soewondo Pati, RS Mitra Bangsa Pati, dan RS Keluarga Sehat Hospital (KSH).

Menu MBG yang dikonsumsi pada hari kejadian terdiri dari nasi bakar, ayam suwir, telur ceplok, orek tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka. Menu tersebut disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1.

Kepala SMPN 1 Gembong, Istiana, membenarkan adanya 103 siswa dan 13 guru yang terdampak. "Gejala bertambah banyak seiring berjalannya waktu pada Rabu pagi," ujarnya.

Senada, Kepala MTsN 3 Pati, Zaenal Arifin, mengungkapkan ada 127 siswa dan 30 guru yang terdampak. Ia menyebut makanan saat diterima tidak terlihat basi dan rasanya enak.

Salah satu faktor yang disorot adalah keterlambatan distribusi. Makanan yang biasanya tiba pukul 09.30 WIB, pada hari itu baru datang pukul 11.30 WIB. Akibatnya siswa hanya memiliki waktu sekitar 30 menit untuk menghabiskan makanan sebelum jam istirahat berakhir.

Menindaklanjuti kejadian ini, SPPG Gembong 1 telah ditutup sementara oleh pihak berwenang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menyatakan penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. "Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam 1-2 minggu ke depan. Tim juga sedang melakukan penyelidikan epidemiologis," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan apakah penyebab keracunan berasal dari makanan, keterlambatan distribusi, atau faktor lain.

Reporter: Tim Redaksi Suara Mitra News

Sumber: detikcom, Tribunnews, BeritaSatu, RRI, per 9 September 2026

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitra2@gmail.com

Info Iklan