Malam Penuh Cahaya Sholawat, Ratusan Warga Padati Pengajian Umum di Mushola Al Masduqi Pringlangu

9/4/20262 min read

Grup Simtuddurar Majelis Sholawat Al Muazam mengiringi Pengajian Umum Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al Masduqi Pringlangu 02, Kota Pekalongan, Jumat (4/9/2026). (Foto: Dok.Suara Mitra News)

PEKALONGAN - Suara Mitra News - Suasana religius penuh kehangatan menyelimuti Mushola Al Masduqi, Pringlangu 02, Kota Pekalongan, Jumat malam (4/9/2026). Ratusan warga dari berbagai kalangan tumplek blek mengikuti Pengajian Umum yang menghadirkan KH. Nur Machin Chudori, Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang.

Sejak malam mulai turun, jamaah berdatangan dan memenuhi area mushola. Tidak hanya orang tua, anak-anak hingga generasi muda turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

Semaraknya jamaah berpadu dengan lantunan sholawat dari Grup Simtuddurar Majelis Sholawat Al Muazam Pekalongan, menciptakan suasana syahdu sekaligus penuh kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Pesan Silaturahmi dan Akhlak Nabi

Dalam tausiyahnya, KH. Nur Machin Chudori mengajak jamaah untuk kembali menghidupkan dan menjaga silaturahmi sebagai bagian penting dalam kehidupan umat.

Dengan gaya penyampaian yang kental dengan bahasa Jawa dan ungkapan penuh makna, beliau menyampaikan pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Nuansa bahasa Jawa yang santun dan penuh unggah-ungguh tersebut terasa selaras dengan kearifan lokal masyarakat Pringlangu yang hingga kini masih melestarikan penggunaan Kromo Inggil dalam kehidupan sosial.

"Menjalin hubungan baik dengan sesama bukan sekadar tradisi sosial, tetapi juga bagian dari nilai keagamaan yang memiliki keutamaan. Silaturahmi menjadi jalan mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan serta menumbuhkan kasih sayang di tengah masyarakat," pesan KH. Nur Machin.

Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam suasana Maulid Nabi, jamaah diajak tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam membangun persaudaraan.

KH. Nur Machin Chudori, Pengasuh Ponpes Tegalrejo Magelang, saat menyampaikan tausiyah dengan gaya bahasa Jawa di Pengajian Umum Mushola Al Masduqi Pringlangu, Jumat (4/9/2026). (Foto: Dok.Suara Mitra News)

Shodaqoh Wujud Cinta Rasul

Shodaqoh juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semangat memuliakan Maulid Nabi. Bersedekah, berbagi kepada sesama dan menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain menjadi wujud rasa syukur sekaligus ekspresi kecintaan kepada Rasulullah SAW.

"Kelahiran Rasulullah merupakan cahaya bagi umat. Karena itu, kecintaan kepada beliau hendaknya diwujudkan melalui akhlak, kasih sayang, kesantunan, kepedulian, silaturahmi dan keteladanan," tegasnya.

Kentalnya bahasa Jawa dalam ceramah memberikan warna tersendiri. Ungkapan-ungkapan Jawa yang sarat unggah-ungguh dan tata krama seolah menjadi jembatan antara nilai-nilai Islam dengan budaya lokal yang masih hidup di tengah masyarakat Pringlangu.

Ruang Silaturahmi dan Keberkahan

Malam itu, Mushola Al Masduqi bukan sekadar menjadi tempat berkumpulnya warga. Ia menjadi ruang untuk menyambung silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, berbagi kebaikan melalui shodaqoh, sekaligus menggali kembali keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Semarak pengajian berpadu dengan kesyahduan sholawat dan kekayaan bahasa serta budaya Jawa. Sebuah gambaran bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat tumbuh bersama kearifan lokal tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama dan para pendahulu.

Dari Pringlangu, Kota Pekalongan, cahaya sholawat dan pesan keteladanan Rasulullah SAW kembali mengingatkan bahwa menjaga silaturahmi, memuliakan sesama dan berbagi melalui shodaqoh merupakan bagian dari upaya merawat persaudaraan dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.

(Sutanto Hadi/hs.red.4.9/Suaramitranews)

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitra2@gmail.com

Info Iklan