Maulid Nabi & HUT ke-81 RI, PWI-LS Batang: Jadikan Dinamika Sebagai Hikmah untuk Perkuat Amanah
9/2/20262 min read


KH Muharor Khudhori saat memberikan tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi dan HUT ke-81 RI di Sekretariat PWI-LS Batang, Rabu (2/9/2026). (Foto: Dok.Suara Mitra News)
BATANG - Suara Mitra News - Pimpinan Daerah Perjuangan Walisongo Indonesia–Laskar Sabilillah (PD PWI-LS) Kabupaten Batang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, pada Rabu malam (2/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Sekretariat PD PWI-LS Kabupaten Batang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Karanganyar, Kecamatan Batang, mulai pukul 20.00 WIB. Acara diikuti jajaran pengurus, anggota, serta tamu undangan dari PWI-LS Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.


Kolase kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 RI oleh PD PWI-LS Kabupaten Batang di Sekretariat PWI-LS Batang, Rabu (2/9/2026). (Foto: Dok.Suara Mitra News)
Rangkaian Khidmat Penuh Silaturahmi
Rangkaian acara diawali lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh qoriah. Dilanjutkan doa bersama untuk para pejuang kemerdekaan Indonesia. Nuansa religius dan kebangsaan terasa ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Yal Wathan dan Mars PWI-LS.
Acara dipandu oleh MC yang membawakan susunan acara dengan khidmat. Turut hadir pula tamu undangan dari unsur TNI-Polri dan jajaran PWI-LS yang duduk bersama mengikuti jalannya acara hingga selesai.
Tausiyah: Jadikan Dinamika Sebagai Hikmah
Memasuki acara inti, suasana semakin khidmat dengan tausiyah dan pengajian umum yang disampaikan KH Muharor Khudhori dari Demak-Semarang.
Dalam ceramahnya, KH Muharor berpesan agar jajaran PWI-LS Kabupaten Batang senantiasa berpegang teguh pada amanah dan tidak mudah goyah menghadapi dinamika serta ujian dalam perjalanan organisasi.
"Tetap berpegang teguh pada amanah. Terimalah hasil muktamar sebagai hikmah. Allah akan menunjukkan mana kebenaran dan mana kebatilan," pesan KH Muharor.
Uniknya, tausiyah beliau dibarengi interaksi hangat dengan peserta. KH Muharor membagikan uang sebesar Rp100.000 secara langsung kepada hadirin, lalu mempersilakan 10 orang maju secara bergantian untuk menyampaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Setiap keluh kesah dijawab dan diberikan solusi dengan bijaksana.
Menurut KH Muharor, setiap peristiwa harus menjadi pelajaran. Dinamika yang terjadi justru harus dijadikan energi untuk memperkuat persatuan dan menjaga amanah. "Jangan sampai dinamika membuat kita kehilangan arah. Justru harus menjadi proses pendewasaan agar PWI-LS semakin kuat," ujarnya.
Komitmen Lanjutkan Program
Bendahara PD PWI-LS Kabupaten Batang, Abdul Aziz, menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kepedulian dan kebersamaan.
"Kami menggelar kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen kita dalam menjaga amanah dan kebersamaan," ujar Abdul Aziz.
Terkait pelaksanaan muktamar yang baru saja berlangsung, ia menyatakan dukungan penuh terhadap program dan keputusan yang dihasilkan. Ia juga menyinggung masih ditemukannya praktik politik uang yang jauh dari nilai luhur ajaran. Namun semangat perjuangan PWI-LS, katanya, tidak pernah pudar.
"Semangat tidak pernah pudar. Kita tetap teguh, tetap bersatu, dan tetap berjuang menegakkan nilai-nilai perjuangan Walisongo di Indonesia," tegasnya.
Untuk arah kebijakan ke depan, PD PWI-LS Kabupaten Batang akan menindaklanjuti arahan pimpinan pusat dengan menggelar Rapat Koordinasi Daerah. Prioritas utama adalah penataan dan penguatan PC PWI-LS se-Kabupaten Batang. Pelantikan pengurus PC ditargetkan pada 20 Desember 2026.
Acara ditutup dalam suasana kekeluargaan dan silaturahmi yang hangat.
(Sutanto H/hs_red.2.9/Suaramitranews)
