Mengenal Mbah Nur Durya bin Sayyid Walangsanga: Wali Zuhud 115 Tahun Asal Moga Pemalang, Haul ke-39 Digelar 25 Oktober 2026
10/6/20261 min read


Gus Ihya Ulumuddin (kiri/baju putih) dan Ustaz Wildan Purna Irawan (kanan), dua cucu Mbah Nur Durya bin Sayyid Walangsanga yang istiqomah merawat makam leluhur jelang Haul ke-39 di Walangsanga Moga Pemalang, 25 Oktober 2026. (Foto: Dok. Suara Mitra News)
MOGA, PEMALANG - Suara Mitra News - Siapa sosok Mbah Nur Durya bin Sayyid Walangsanga? Nama ulama kharismatik asal Dusun Genting, Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang ini kembali menjadi perhatian publik jelang Haul ke-39 yang akan digelar Ahad Kliwon, 25 Oktober 2026.
Mbah Nur Durya bin Sayyid lahir pada 18 Juli 1873 dan wafat pada 19 Agustus 1988 di usia 115 tahun. Makam beliau terletak di tengah persawahan Blok Manggis, Dusun Genting, Desa Walangsanga yang hingga kini menjadi destinasi wisata religi.
Semasa hidup, beliau dikenal sebagai wali yang sangat zuhud dan sederhana. Tinggal di hilir sungai jauh dari keramaian agar khusyuk beribadah. Makan seadanya, singkong dan sedikit tempe. Uang pemberian warga tak pernah dihitung, hanya disimpan di kaleng dan baru dibuka saat bulan Ramadhan.
Perjalanan ilmunya tidak main-main. Sejak kecil menggembala kerbau milik ayahnya Sayyid. Kemudian nyantri ke Bendakerep Cirebon berguru kepada Syekh Sholeh dan Syekh Muslim selama 7 tahun, ke Bobotsari Purbalingga kepada Mbah Dahlan, ke Cikura Tegal kepada Syekh Armiyah, serta ke Kiai Jami' Banyumudal.
Karomah beliau masih diceritakan warga hingga kini. Saat hujan deras berangkat ngaji ke Cikura, tubuh beliau tetap kering hanya kaki yang basah. Saat banjir bandang 1974 dari Karangsari, air sungai membelok tidak menyentuh kawasan makam. Rumahnya di pinggir sungai pun tak pernah terendam.
Beliau dikaruniai 4 anak semuanya perempuan: Hj. Fatmah, Taimah, Dahyah, dan Hj. Aminah. Kini makam beliau dirawat oleh para cucu, di antaranya Gus Ihya Ulumuddin selaku pengasuh makam dan Ustaz Wildan Purna Irawan pengasuh Majelis Taklim Nurul Bahar Pekalongan.
"Mbah Nur Walangsanga adalah sosok ulama yang sederhana, tapi ilmu dan amalnya besar manfaatnya bagi umat," ujar salah satu peziarah.
Ribuan peziarah dari Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera, Lampung, Jakarta, Bogor, Karawang, Cirebon, Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Semarang diprediksi akan hadir pada Haul ke-39 nanti.
Reporter: Sutanto Hadi
Editor: Redaksi Suara Mitra News
