Polresta Pekalongan Amankan Pengasuh Padepokan Padang Ati atas Dugaan Pencabulan Santriwati.
5/27/20262 min read


PEKALONGAN : Kepolisian Resort Kota Pekalongan mengamankan pengasuh Padepokan Padang Ati bernama Abdul Khalim Fadlun di Desa Simbang Kulon Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Rabu (27/5). Penangkapan tersebut dilakukan oleh petugas kepolisian akibat adanya dugaan kasus pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap sejumlah santriwati di lingkungan institusi pendidikan tersebut.
Penyelidikan kepolisian sejauh ini telah menghimpun keterangan resmi dari enam orang korban yang berada dalam rentang usia 17 sampai 25 tahun. Pihak berwajib juga mensinyalir bahwa jumlah santriwati yang menjadi korban tindakan asusila tersebut jauh lebih banyak daripada jumlah laporan yang sudah diterima saat ini.
Kepada awak media Kapolresta Pekalongan AKBP Riki Yariandi mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini sedikit mengalami kesulitan karena tertutupnya para korban. “Pada dasarnya awal mulanya info berita ini sangat tertutup sekali, dengan kondisi yang demikian Polresta Pekalongan melalui Satreskrim melakukan pendekatan pada beberapa keluarga korban, sehingga pada akhirnya ada beberapa korban yang mau melaporkan adanya dugaan pelecehan seksual ini, dan selanjutnya Polresta melakukan pengamanan terhadap terduga pelaku” kata AKBP Riki Yariandi.
“ Kami akan serius menangani kasus ini dan melakukan penegakan hukum” imbuh Kapolres.
Polresta Juga membuka Posko Pengaduan untuk mengantisipasi munculnya laporan baru dari para korban lain yang ingin melaporkan kekerasan seksual tersebut.
"Kami membuka Posko Pengaduan karena kemungkinan adanya tambahan korban lain, dan berdasarkan informasi awal, jumlah dugaan korban yang belum berani melapor mencapai lebih dari 25 orang," ujar AKBP Riki Yariandi.
Sebelum proses pengamanan terduga pelaku oleh kepolisian berlangsung, situasi di sekitar area Padepokan Padang Ati sempat mengalami ketegangan. Sekelompok massa yang tergabung dalam organisasi masyarakat Yakuza Mangenes mendatangi lokasi pada Rabu (27/5) pagi demi menuntut pertanggungjawaban dari pimpinan padepokan.
Perwakilan dari organisasi masyarakat tersebut menyatakan bahwa mereka telah menghimpun puluhan laporan pengaduan dari mantan santriwati. Beberapa korban bahkan dihadirkan untuk memberikan kesaksian secara langsung di depan ratusan santri lain agar memicu keberanian mereka untuk ikut bersuara.
"Jumlah ini belum termasuk kasus yang sebelumnya sempat viral mengenai santriwati yang hamil dan melahirkan, yang juga diduga kuat berkaitan dengan tindakan pelaku," ungkap Eko Ebes, Juru bicara Yakuza Mangenes.
Guna mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri oleh massa yang mendatangi padepokan, petugas kepolisian segera mengevakuasi pimpinan padepokan Abdul Khalim Fadlun menuju Mapolresta Pekalongan Kota. Terduga pelaku saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan secara intensif oleh tim penyidik Satreskrim, sementara saksi dan korban juga dimintai keterangan tambahan guna memperkuat alat bukti hukum.
Kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sungkan melaporkan adanya pelecehan seksual lainnya.
(Adit/hs/red/27.5/suaramitranews).
Redaksi suaramitranews
Kontak kami untuk informasi dan kerjasama
Telepon
suciono@suaramitra.com
085741995002
© 2026. All rights reserved.
suaramitranews2@gmail.com
