Reses di Wonokerto, Sumar Rosul Bawa Kabar Baik: Jalan Tambat Labuh dan Normalisasi Sungai Merican Terwujud
Warga Minta Sungai Merican Tak Sekadar Dinormalisasi, Tapi Dirawat, Diterangi hingga Dipasangi CCTV
8/9/20263 min read


Suasana reses Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Sumar Rosul, S.IP., M.AP., bersama masyarakat dan nelayan di kawasan Rumah Pompa Merican, Desa Wonokerto Kulon, Kec. Wonokerto, Jumat (7/8/2026). (Foto: Suara Mitra News).
KAJEN, Suara Mitra News – Senyum syukur mewarnai pertemuan warga di kawasan Rumah Pompa Merican, Desa Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jumat sore (7/8/2026).
Dalam kegiatan reses tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan H. Sumar Rosul, S.IP., M.AP., tidak hanya datang untuk menyerap aspirasi masyarakat. Ia juga membawa kabar bahwa sejumlah usulan warga yang disampaikan pada tahun sebelumnya kini telah terealisasi.
Di antaranya pembangunan jembatan permanen di Sungai Merican yang menghubungkan kawasan perumahan nelayan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) serta pembangunan jalan usaha nelayan atau jalan tambat labuh kapal kecil.
Pertemuan bersama nelayan, pemilik kapal, nakhoda, tokoh masyarakat, pemuda hingga ibu-ibu dari sejumlah desa di sekitar aliran Sungai Merican itu sekaligus menjadi momentum syukuran atas terealisasinya aspirasi masyarakat.
“Alhamdulillah, sore hari ini kita ada kegiatan reses DPRD. Reses itu artinya libur kerja kantor, tetapi diperintahkan untuk menemui konstituen, yaitu masyarakat yang memilih pada waktu Pemilu kemarin,” ujar Sumar saat membuka pertemuan.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal wakil rakyat. Forum tersebut menjadi ruang untuk berdialog langsung dengan masyarakat mengenai program yang telah terealisasi sekaligus mendengarkan kebutuhan berikutnya.
“Konstituen saya di antaranya komunitas nelayan kecil yang ada di Kecamatan Wonokerto. Hari ini sore kita temui, kita ajak bicara, berdiskusi, bermusyawarah, sekaligus syukuran atas terwujudnya aspirasi yang pernah diusulkan, yaitu pembangunan jalan beton tambat labuh kapal kecil di Sungai Merican, Kecamatan Wonokerto,” katanya.
Selain pembangunan infrastruktur untuk menunjang aktivitas nelayan, Sumar juga menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya normalisasi Sungai Merican.
“Yang kedua, juga syukuran atas terwujudnya usulan normalisasi Sungai Merican. Sekarang sudah bersih, indah, rapi, dan layak dipandang. Apalagi kalau malam hari. Tentunya ini patut kita jaga bersama kebersihannya supaya tidak kumuh lagi dan tetap bisa dinikmati. Syukur-syukur nantinya bisa ditingkatkan menjadi kawasan wisata,” tambahnya.


H. Sumar Rosul berdialog dengan warga dan nelayan dalam kegiatan reses di kawasan Rumah Pompa Merican, Wonokerto, Jumat (7/8/2026), sekaligus menyerap aspirasi terkait keberlanjutan penataan Sungai Merican. (Foto: Suara Mitra News).
Menurut Sumar, keberadaan tempat sampah di sepanjang tepian sungai juga diperlukan agar masyarakat memiliki fasilitas untuk membuang sampah pada tempatnya.
Normalisasi Jangan Berhenti di Tengah Jalan
Sumar menegaskan, pekerjaan penataan Sungai Merican belum selesai.
Normalisasi perlu dilanjutkan hingga bagian hulu agar aliran sungai dari hulu sampai hilir benar-benar memiliki kapasitas yang lebih baik dan terjaga kebersihannya.
“Intinya ke depan perlu ditata lagi tambat labuh yang lain, seperti di Sungai Tratebang, Sungai Merican yang kecil, maupun sungai-sungai lainnya. Normalisasi Sungai Merican juga perlu diteruskan sampai ke bagian hulu,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi musim hujan dan potensi banjir, terlebih kawasan Wonokerto memiliki sistem rumah pompa yang sangat vital bagi masyarakat.
“Kemudian, perlu ada persiapan untuk mengantisipasi banjir seperti yang terjadi pada bulan Januari tahun lalu. Kesiapan rumah pompa perlu dikoordinasikan dengan BBWS Pemali Juana, terutama terkait bahan bakarnya, baik yang menggunakan listrik maupun solar,” tegasnya.
Sungai Merican Disebut sebagai Nadi Wonokerto
Sementara itu, Tarono, penjaga Rumah Pompa Merican sekaligus tokoh masyarakat setempat, mengingatkan bahwa keberadaan Sungai Merican sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, sungai tersebut menjadi salah satu penopang utama bagi sejumlah wilayah di Kecamatan Wonokerto.
“Kali Merican ini merupakan tulang punggung atau nadinya Kecamatan Wonokerto. Apabila sungai ini tidak dirawat dengan baik, tentunya tidak akan mampu menampung debit air hujan maupun limbah yang ada,” ujarnya.
Ia khawatir penumpukan sampah dan sedimentasi dapat menghambat aliran air sekaligus mengganggu operasional Rumah Pompa Merican.
“Jangan sampai nanti terjadi penumpukan sampah dan sedimentasi yang luar biasa, karena itu juga akan menghambat operasional Rumah Pompa Merican,” katanya.
Tarono pun meminta dinas terkait agar melakukan pemeliharaan sungai secara rutin.
“Karena sungai ini sangat vital bagi masyarakat Kecamatan Wonokerto, khususnya Wonokerto Kulon, Api-Api, dan Wonokerto Wetan,” imbuhnya.
Warga Diajak Ikut Menjaga
Senada, Aziz, tokoh masyarakat Wonokerto Kulon, menilai kegiatan reses menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
Menurutnya, pembangunan akan lebih maksimal apabila diiringi kepedulian masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan tersebut.
“Kegiatan ini sangat baik sekali karena bisa menampung aspirasi dari sebagian warga Wonokerto Kulon untuk kemajuan program pembangunan di Wonokerto Kulon, khususnya Sungai Merican,” ujar Aziz.
Ia berharap kondisi lingkungan di sekitar Sungai Merican semakin bersih, sehat dan tertata sehingga memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat.
“Yang penting, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, indah, dan rapi,” pungkasnya.
Aspirasi Terwujud, Tugas Berikutnya Menjaga
Reses Sumar Rosul di Wonokerto akhirnya bukan sekadar forum menyerap aspirasi.
Pertemuan itu menjadi penanda bahwa usulan masyarakat dapat diperjuangkan hingga menjadi pembangunan nyata.
Namun, setelah jalan tambat labuh, jembatan permanen dan normalisasi Sungai Merican terwujud, muncul tanggung jawab berikutnya: memastikan seluruh hasil pembangunan tersebut tetap terawat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kini, warga menanti tindak lanjut berikutnya—mulai dari pemeliharaan sungai, PJU, CCTV, hingga keberlanjutan normalisasi Sungai Merican dari hulu sampai hilir.
Sebab pembangunan bukan hanya soal membangun, tetapi juga bagaimana hasilnya dijaga dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat.
(Hery/hs.red.9.8/SuaraMitraNews)
