Sadranan Tahunan Desa Kayugeritan: Mengenang Jasa Mbah Kayun Pembuka Alas Gambiran Abad 16

7/12/20262 min read

KAJEN, Suara Mitra News – Ratusan warga Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, menggelar tradisi tahunan Sadranan di Dukuh Kayunan Barat pada Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada sesepuh desa, Mbah Kayun, yang berjasa membuka wilayah Desa Kayugeritan pada sekitar tahun 1500 Masehi. Tradisi Sadranan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud nguri-nguri budaya dan mengingat jasa para leluhur yang telah meletakkan dasar peradaban di desa tersebut.

Mengenang Pembuka Alas Gambiran

Berdasarkan cerita turun-temurun, Mbah Kayun dikenal sebagai ulama sekaligus tokoh yang memiliki kesaktian. Beliau diyakini berhasil membabat hutan lebat yang kala itu dikenal sebagai Alas Gambiran hingga menjadi permukiman yang tertata. Kompleks makam Mbah Kayun berada di area pemakaman umum Dukuh Kayunan Barat. Makam yang terletak di kawasan perbukitan yang tenang ini menjadi pusat ziarah dan bukti sejarah awal penyebaran Islam serta pembukaan wilayah di bagian selatan Kabupaten Pekalongan.

Warga Desa Kayugeritan mengikuti doa bersama di area pemakaman Dukuh Kayunan Barat dalam rangkaian tradisi Sadranan Tahunan untuk mengenang Mbah Kayun. Foto: Dok. Suara Mitra News.

Salah satu sesepuh memimpin doa dalam tradisi Sadranan di Makam Mbah Kayun, Minggu 12 Juli 2026 pukul 06.57 WIB. Foto: Dok. Suara Mitra News

Rangkaian Acara Khidmat

Acara diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh desa, KH. Abdul Mannan. Doa dipanjatkan agar arwah Mbah Kayun dan para leluhur lainnya diterima di sisi Tuhan serta memberikan berkah bagi seluruh warga. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kayugeritan Mulyatno, Ketua Pengurus Ranting NU Kayugeritan Dalal Muslimin, Komandan PWI LS Kabupaten Pekalongan Ndan Suyoto, serta ratusan warga dari berbagai dusun. Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan pembagian udik-udikan atau berkat kepada anak-anak. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan pembagian rezeki antar warga.

Anak-anak antri menerima udik-udikan atau berkat usai doa bersama sebagai simbol kebersamaan warga Desa Kayugeritan. Foto: Dok. Suara Mitra News.

Makna Pelestarian Budaya

Kepala Desa Kayugeritan, Mulyatno, dalam sambutannya menegaskan bahwa Sadranan bukan sekadar seremoni.

"Tanpa perjuangan Mbah Kayun dan leluhur lain, kita tidak bisa berdiri di sini hari ini. Melalui Sadranan ini, kita ingat asal-usul dan berjanji akan terus menjaga persatuan seperti yang diharapkan beliau," ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan identitas Desa Kayugeritan sebagai wilayah yang kaya akan nilai sejarah penyebaran Islam dan peradaban lokal di Kabupaten Pekalongan.

Acara ditutup dengan pembagian udik-udikan kepada anak-anak yang hadir. Mereka tampak antusias mengantri untuk menerima berkat sebagai simbol pembagian rezeki dan kebersamaan.

Foto: Dokumentasi Suara Mitra News

Reporter : Sutanto Hadi

Editor : Suciono

Redaksi suaramitranews

Kontak kami untuk informasi dan kerjasama

Email

Telepon

suciono@suaramitra.com

085741995002

© 2026. All rights reserved.

suaramitra2@gmail.com

Info Iklan