Sebulan Ditusuk Obeng Saat Ngamen, Janda Lansia Bu Faizah Kembali Cari Nafkah Meski Masih Trauma
6/26/20262 min read


PEKALONGAN, Suara Mitra News – Sebulan setelah ditusuk obeng oleh penjambret di kawasan Bong Cino, Kelurahan Kuripan, janda lansia Faizah (60) kembali turun ke jalan mengamen. Luka di tangannya sudah sembuh, namun trauma dan rasa takut akibat kekerasan yang dialaminya masih membekas kuat.
Peristiwa naas itu terjadi dini hari Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Saat cuaca gerimis dan suasana sepi, Faizah berjalan sendirian dari rumahnya menuju Alun-alun. Mengamen adalah satu-satunya cara perempuan sebatangkara itu menyambung hidup dan membayar sewa tempat tinggalnya. Di tengah perjalanan, dua orang tak dikenal mendekat dan berusaha merebut tasnya. Di dalam tas tersebut tersimpan seluruh harta dan dokumen penting miliknya: dua unit ponsel, kartu ATM, kartu PKH, kartu BPJS, dokumen penting, serta uang tunai Rp 200.000. Faizah berusaha mempertahankannya. Namun pelaku justru berbuat keji dengan menusukkan benda tajam berbentuk obeng ke telapak tangannya hingga tembus dan berdarah deras. "Karena sakitnya luar biasa, saya terpaksa melepas tas itu. Pelakunya langsung kabur," kenang Faizah, Kamis 26/6/2026. Tidak ada warga di sekitar lokasi yang bisa menolong. Ia akhirnya dilarikan keponakannya ke Puskesmas untuk dijahit lukanya. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke kepolisian, namun hingga sebulan berlalu belum ada perkembangan.
Bangkit dari Trauma
Kini, sebulan berselang, luka fisiknya telah menutup. Namun bayangan peristiwa itu terus menghantui setiap kali ia melangkah keluar rumah. "Takutnya masih ada, Mas. Tapi kalau tidak ngamen, mau makan apa ? Bayar kontrakan dari mana ?" ujarnya lirih. Dengan sisa keberanian yang ada, Faizah kembali mengamen. Peralatan musiknya belum lengkap karena ponsel pemutar lagu ikut dibawa kabur. Beruntung, ia mendapat bantuan kartu memori dari Pak Satpam Rusunawa Kuripan sehingga bisa melanjutkan pekerjaannya. Faizah juga menyampaikan harapan kepada pihak berwenang. Ia meminta agar segera dipasang kamera pengawas atau CCTV di kawasan Bong Cino. "Saya minta dipasang CCTV biar aman. Biar kejadian seperti saya tidak menimpa orang lain lagi," harapnya.
Bagi warga yang ingin membantu, terutama menyumbangkan ponsel agar ia bisa bekerja lebih layak, dapat menyalurkannya langsung ke Rusunawa Kuripan, Yosorejo, Pekalongan Selatan.
Kisah Bu Faizah menjadi cermin betapa beratnya perjuangan hidup kaum rentan di kota.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya keamanan ruang publik dan kepedulian sosial terhadap sesama.
(sutanto/hs/red.26.6/Suaramitranews)
Foto: Faizah, janda lansia korban penjambretan di Bong Cino, menunjukkan tangannya sebulan setelah ditusuk obeng. Atas seizin beliau, foto ini dipublikasikan untuk meminta bantuan dan perhatian pihak berwenang. (Dok. Suara Mitra News)
Redaksi suaramitranews
Kontak kami untuk informasi dan kerjasama
Telepon
suciono@suaramitra.com
085741995002
© 2026. All rights reserved.
suaramitranews2@gmail.com
