SURAT TERBUKA UNTUK PEMKOT
7/16/20262 min read


Kepada Yth. Pemerintah Kota Pekalongan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan.
Saya Sutanto Hadi, Ketua Persatuan Artis Sinetron dan Film Indonesia (PASFI) sekaligus Ketua Kreator Film Indonesia (KFI) wilayah Pekalongan, juga pembuat film lokal yang lahir dan berkarya di kota ini, menyampaikan pandangan mendalam terkait polemik rencana pemanfaatan Hutan Kota Pekalongan.
Kita semua bangga karena Pekalongan telah diakui sebagai Kota Kreatif Dunia oleh UNESCO. Gelar ini bukan sekadar penghargaan semata, melainkan amanah besar: menjaga keseimbangan antara warisan budaya, kekayaan alam, dan ruang luas bagi kreativitas masyarakat untuk terus tumbuh. Hutan Kota adalah paru-paru kita, ruang terbuka hijau tempat warga menyegarkan pikiran, menjaga keseimbangan lingkungan, dan menjadi identitas alami kota. Sangat disayangkan jika lahan bernilai strategis ini direncanakan diubah menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Bukankah hal ini justru bertolak belakang dengan prinsip keberlanjutan dan jiwa kreatif yang menjadi jati diri Pekalongan?
Bersama kru dan rekan-rekan pegiat seni, kami menawarkan alternatif yang jauh lebih selaras dengan visi kota: mengelola sebagian kawasan Hutan Kota menjadi Studio Alam Terbuka, bekerja sama dengan Dinas Parbudpora. Ruang ini akan kami buka GRATIS sepenuhnya bagi sineas, artis, pelajar, dan pegiat perfilman lokal untuk berlatih, berkreasi, dan memproduksi karya tanpa biaya lokasi.
Potensi kita sudah terbukti nyata. Karya anak Pekalongan seperti film sejarah "Tombak Pusaka" dan kisah kemanusiaan "Pupuk Cinta" telah menunjukkan bahwa cerita Pekalongan layak didengar dan ditonton secara nasional maupun internasional. Sayang sekali jika kita kesulitan mencari lokasi syuting alami yang layak, atau harus menanggung biaya mahal padahal keindahan alam ini ada di depan mata kita sendiri.
Studio Alam ini akan menjadi tulang punggung penguatan industri kreatif perfilman Pekalongan. Fasilitas ini memungkinkan kita memproduksi karya berkualitas lebih tinggi, sekaligus mempromosikan pesona alam dan budaya Pekalongan ke seluruh penjuru negeri bahkan dunia. Dampaknya pun luas: membuka lapangan kerja baru, mendatangkan tim produksi dari luar daerah, serta mengokohkan posisi Pekalongan sebagai pusat kreasi budaya yang diakui dunia.
Kami tentu memahami kebutuhan pengelolaan sampah dan penyediaan energi di kota ini. Namun solusi tersebut sebaiknya ditempatkan di lokasi yang tepat, tanpa mengorbankan ruang terbuka hijau yang menjadi hak semua warga. Hutan Kota adalah warisan untuk masa depan—jangan sampai kita merusak paru-paru kota demi solusi yang justru bisa merusak citra Kota Kreatif Dunia yang sudah kita bangun bersama.
Mari kita wujudkan Hutan Kota sebagai tempat bernapas sekaligus tempat berkarya. Biarkan sinar kamera dan cerita-cerita hebat anak Pekalongan yang menyinari kota kita, bukan asap dan bangunan industri yang mengubah wajah alamnya.
Kami siap berdiskusi dan bekerja sama demi kemajuan Pekalongan yang lebih hijau, kreatif, dan berbudaya.
Hormat Saya,
SURAT TERBUKA UNTUK PEMKOT
Hutan Kota: Jangan Dijadikan Pembangkit Listrik, Tapi Jadi Studio Alam Perfilman Kota Kreatif Dunia
Pekalongan, 16 Juli 2026
Oleh: Sutanto Hadi.
Ketua PASFI Kota Pekalongan.
Ketua KFI Kota Pekalongan.


Sutanto Hadi
Ketua Persatuan Artis Sinetron dan Film Indonesia (PASFI) Pekalongan
Ketua Kreator Film Indonesia (KFI) Pekalongan
Redaksi suaramitranews
Kontak kami untuk informasi dan kerjasama
Telepon
suciono@suaramitra.com
085741995002
© 2026. All rights reserved.
suaramitra2@gmail.com
