Wawancara Imajiner Bupati Batang Faiz Kurniawan: "Prestasi Anak Rusunawa tanpa sangu, Itu Tamparan Buat Kita Semua" WAWANCARA IMAJINER: BUPATI BATANG FAIZ KURNIAWAN
6/23/20262 min read


Catatan Redaksi Suara Mitra News :
Wawancara berikut bersifat fiktif/imajiner. Disusun tim redaksi untuk menggali gagasan, pandangan, dan solusi terkait isu pembinaan atlet daerah & kebersamaan warga. Tidak ada proses wawancara langsung dengan Bupati Batang.
"Seandainya Bupati Batang ditanya soal ini, begini jawabannya..."
Suara Mitra News: Pak Bupati, belakangan viral kisah Muhamad Hanafi, atlet airsoftgun asal Rusunawa Pekalongan yang lolos nasional tapi berangkat tanpa sangu. Dari Batang, bagaimana Bapak melihat fenomena ini ?
Bupati Faiz Kurniawan :
Saya angkat topi untuk Hanafi. Anak muda dari lingkungan terbatas tapi punya mental juara, itu tamparan buat kita semua yang duduk di kursi pemerintahan. Prestasi nggak kenal dompet tebal atau tipis. PR kita adalah: bagaimana caranya talenta kayak gini nggak mati di tengah jalan cuma gara-gara biaya. Kalau di Batang, saya minta Dinas Pariwisata, pemuda dan Olah raga serta KONI langsung jemput bola. Data atlet potensial harus di meja saya tiap bulan.
Suara Mitra News: Batang sendiri kan punya tradisi kebersamaan warga yang kuat, kayak Gebyar Muharam di Pekalongan yang dibiayai swadaya. Batang punya model serupa tidak Pak ?
Bupati Faiz Kurniawan :
Ada banget. Kita sebut "guyub rukun Batang". Contohnya Festival Alun-Alun Batang, sedekah laut Ujungnegoro, sampai turnamen antar-kampung. Kuncinya swadaya + pemerintah jadi fasilitator, bukan ngatur. Pemerintah sediain panggung, listrik, izin, keamanan. Warga yang isi acaranya. Nah, model gini harus kita duplikasi buat pembinaan olahraga. Jangan nunggu APBD gede. Ajak pengusaha lokal, CSR, tokoh masyarakat. "Gotong royong" itu DNA kita, masa buat atlet sendiri pelit ?
Suara Mitra News: Kalau nanti ada atlet Batang lolos PON atau nasional tapi terkendala biaya, langkah cepat apa yang Bapak ambil ?
Bupati Faiz Kurniawan :
3 langkah: 1. Cek & Jemput. Tim dari Pemkab langsung turun, validasi kebutuhannya. Jangan sampai ada atlet makan indomie doang di asrama. 2. Gerak Cepat Dana Talangan. Kita siapin dana talangan dari BAZNAS Batang + CSR. Urusan administrasi nyusul. Yang penting anaknya berangkat dulu. 3. Kampanyekan. Kita viralkan kisahnya. Biar pengusaha Batang yang rezekinya lancar ikut tergerak. Prestasi atlet itu juga promosi Batang. Kalau dia naik podium, bendera Batang yang disebut MC. Itu nggak bisa dibayar pakai uang.
Suara Mitra News: Pesan terakhir untuk anak muda Batang yang ngerasa "nggak punya apa-apa" kayak Hanafi ?
Bupati Faiz Kurniawan :
Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan, jadikan bahan bakar. Hanafi itu buktinya. Gear bisa minjem, sangu bisa patungan, tapi semangat nggak bisa dipinjem. Untuk orangtua di Rusunawa, di kolong jembatan, di pelosok Batang: titipkan anakmu ke kami. Kalau dia punya bakat, Pemkab Batang wajib hukumnya ngawal sampai jadi. Jangan malu minta bantuan. Lebih malu kalau ada talenta Batang yang tenggelam gara-gara kita diam.
(suciono/red.23.6/suaramitranews)
Sekilas tentang Muhamad Hanafi,
Dia adalah atlet airsoftgun asal Rusunawa Kota Pekalongan, Ia tidak memiliki peralatan airsoftgun pribadi tapi semangatnya luar biasa dalam berlatih dan menorehkan prestasi baik tingkat local, propinsi dan Nasional. Tahun 2024 ia meraih medali perunggu, lalu naik peringkat menjadi Juara 2 pada kejuaraan FORDA 2025.
Sekarang dia sedang mengikuti Kejuaran Tingkat Nasional mewakili Jawa Tengah, tapi yang menyedihkan untuk berangkat ke Jakarta tidak punya sangu.
Selengkapnya baca : Suara Mitra News, Muhamad Hanafi, Atlet Airsoftgun Asal Rusunawa Pekalongan Berangkat ke Nasional Tanpa Sangu: "Hanya Punya Doa Orangtua"
Sumber Foto : Dok.Pemkab. Batang (Ilustrasi Wawancara Imajiner)
Redaksi suaramitranews
Kontak kami untuk informasi dan kerjasama
Telepon
suciono@suaramitra.com
085741995002
© 2026. All rights reserved.
suaramitranews2@gmail.com
